Tentang Metro Mini

Gue baru tinggal di Jakarta itu masih belum setahun. Pas gue hamil, jangan digitung. Yang baru bener-bener pindah ke Jakarta itu, pas gue bener-bener dapet panggilan interview di salah satu kantor desain di Jakarta. Alhamdullilah, sampe sekarang gue masih kerja dengan baik disana (padahal sih biang telat masuk, pulang paling cepet). Dan berhubung gue dan Misuaku tersayang tidak memiliki kendaraan (lagi nabung yang lain dulu), terpaksa gue menumpaki transportasi kaleng berwarna orange ini setiap hari. Dari orok gue benci banget naik metro mini. Bentukannya yang jaman dulu, sampe sekarang ga ada bedanya! sama-sama pengab, bau kelek, ga banget lain-lainnya. 

Tapi, 

Gue mulai jatuh cinta sama kendaraan ini. Gak tau dari kapan. Apalagi pas gue balik kantor. Gue mulai nyaman dengan kepengaban, bau kelek dan gak banget lain-lainnya itu. 

Selalu ada cerita menarik dibalik keramaian metro mini. Selain harganya yang jauh- dekat Rp 3000,- , gue selalu melibatkan perasaan gue ketika gue masuk kedalam kaleng kerupuk reyot ini. Banyak sekali cerita. Sampai rumah, pasti langsung saya ceritakan pada Misua. Besok paginya saya ceritakan ulang pada teman-teman kantor saya. 

Gue selalu naik bis 2x. Sekali menuju blok M, sekali menuju depan gang rumah. Kisaran waktu selama perjalanan, ya..45 menit hingga 1 jam. Dan 45 menit itulah yang gue pake untuk menganalisa kejadian apa yang terjadi di dalam metro mini yang gue naekin. 

Contoh kasus yang gue temuin pada suatu malam:

Hari itu gue pulang cukup larut dari kantor, gue berlari tergopoh-gopoh menuju tempat biasa berdiri menunggu metro mini. Takut tidak ada bis lagi, gue kurang siap buka dompet untuk bayar taxi. Tapi dari ujung jalan, gue ngelihat bis nomor langganan melaju dengan kecepatan rata-rata. Gue dadah-dahahin tuh bis biar stop. Eh kaget gue, yang jadi keneknya ibu-ibu. kasual bajunya, mungkin seragam bola tim luar angkasa (haha gue gak ngerti bola!)

Udah kan, gue duduk tuh. Sebelah belakang supir. Tau-tau makin kaget lagi gue, depan kursi ada anak kecil (cewek) lagi baca buku, nebak nebak angka. Bacanya sih keras bamget, sampe gue apal deh tuh angka-angka yang disebutin. Ternyata..anak kecil itu adalah anak dari suami-istri si supir dan kenek bis ini. Sangat manis. Manis banget! Gue senyum doang bisanya, da gue bisa apalagi selain senyum? Masa ketawa sinetron, ya keles!

Anaknya terus berhitung dari angka (seinget gue) 60. Lancar sih ni anak ngitungnya, sampe ketemu angka 70, doski bingung. Nah disini peran bapake. Bapaknya sambil nyetir Metro mini ngebantu anaknya buat ngingetin angka yang si anak lupain. Kadang, Ibunya yang berdiri di pintu, nongol-nongol suaranya. Sama. Ngebantu juga. Manis banget keluarga ini. Sederhana dan Harmonis. Gue mengambil contoh baik sama apa yang gue liat. Sayang, perjalanan gue cukup singkat, jadi gue ga bisa menikamati reality show Keluarga Cemara ini lebih lama. Huhu..Kangen Bapak jadinya....

Nah itu sih, baru satu dari sekian puluh cerita metro mini gue. Berhubung udah malem, akikah cabut dulu. Biar cantik selalu, tidur dengan jam yang benar, dan sehatkan diri dengan tidak lupa minum air putih. Ciao!

Dear Love


Ngepost lagi Boleh dong!!!


Namanya juga “ gatel nulis” makanya ini lagi on fire banget buat blogging. Udah lama bangetttt!! It’s been what, ages? I think so.





hail Me and Daughter, (ignore the black guy)


Months were so running so fast. It feels like. Dawai still curled in my belly. And kicked her father's spine almost every night. Frankly, I missed dat moment (but dont you ever think that i wanna make another one, big thanks). 

My Dawai Gendis Svastika Althafandra and her hot mutter. Please, dont take it seriousshitty, bro. HAHA.



Can you imagine? How long I haven’t been wrote down my daily activity after I delivered Dawai to this world? The question is, Why on earth, I never jot down more like I used to do? Because.. I’m a mother. So, I had to pushed aside my thingy (push! Push!) and then I gotta be a good mother indeed.
Somehow it’s kinda boring stuff. But, me so likey, me so enjoy every moment, every second, every minute, what next Dawai’s gonna show me. It’s more like a gift that I always be grateful to The One and Only. Y know, it’s amazing. J



10 days old. I knew it! She has my Eyes! My crazy Eyes!

Doctor's said that she has a disease something that related by liver. i think it is hepatitis which is Dawai must stay in hospital (blue light box) for 3 days, if she couldn't make it in 3 days, then we had to let her go. Alhamdullilah, my baby is a strong baby. she can make it and she's so healthy now :D

Dawai, my lovely Daughter. I hope you always be health, have a good prosperity in future ahead, smart ass girl and have a good boyfriend\husband as well. Reach your dreams that could make you believe that life is never be cruel to you. Even life is actually cruel, but you can through with it. Piece of cake, you said. Do not easily to say "give up". One more time, Ibu love you, nak. 

sincerely,

XOXOXOXO




Gatal ngepost blog


Halo, finally i remember my password is. wohoo!!! so i can blogging lageehh!!

Hai hari ini big day loh buat orang Indonesia, dimana semua penduduk indonesia menggunakan haknya untuk memilih the next indonesia idol. wait, WRONG!! Presiden Indonesia, ladies and gentlegangs. 

Gue yang anak rantau ini tadinya memutuskan untuk golput saja, sedih sih, tapi apa daya. Eh tau-tau ada info yang menyatakan bahwa semua perantau dari kota, daerah, pulau yang masih sekitaran Indonesia yang bernaung di kota orang bisa menggunakan hak suaranya di TPS terdekat. Unfortunately, gak semua TPS bisa menyanggupi ini. COBA! APA SUSAHNYA SIH? gue rasa susah, makanya jadi susah (apa coba?!). With happy ending story, gue nyoblos dong. gak mau mainstream selfie 2 jari atau 1 jari, gue selfie jari jari gemuk gue dengan patokan 3 jari. Gak ada tujuannya sih, biar gak mainstream aja, biar HIPSTER GITUH!

coba-coba mari kita tilik foto-foto calon presidennya. 

nomor 1!!!
nomor 2!!!


Dua-duanya menurut gue sama kerennya kok. Eh, pilihan gue rahasia. gue bukan tipe yang sebar-sebar pilihan gue di media sosial (di realita gue juga gak kasih kasih tau orang kok). Tapi itu adalah kebodohan orang sendiri sih yang bisa berantem buat ngebela capres pilihan masing-masing. keluarga harmonis jadi pecah, persahabatan dari kecil jadi retak, hanya gara-gara membela capres pilihan masing-masing. Yakeles brok. 
(btw, itu ilustrasi 2 capres dan cawapres ini keren deh, salut buat yang bikin)

OKE, after effect dari woro woro pilpres ini, Begitu banyak hamburan diskonisasi di mall-mall. HUOW!! siapa yang tidak tergiur sih? gue sih ngejer makannya aja. ahahahahahahahaha. badan gue gak boong hahahahahahahahaha (eh ini bulan puasa ya? sowreh..)

Berangkatlah gue sama tante gue yang ditinggal seorang diri dirumah. Akhirnya menggilalah kami para wanita ini. 

Citos adalah tujuan kami, dong ya.. dong ya. Mall ini serba ada (ada diskonnya). 
"MARI MINUM KOPI DULU!!!!" Coffee bean tawaran diskonnya buy 1 get 1 free, tergoda gratisan dengan menu yang berbeda, diseruputlah dengan semangat hingga tinggal gelas plastik bening yang tertinggal tak bernyawa, kira-kira jam 4 sorean. Setelah habis meminum kopi susu bercita rasa "lokal" ntu, kita cabut ke department store ~Matahari~*sambil nyanyi jinglenya*

Semangat bener tante gue, gue sih liat-liat, gak ada niatan buat beli, (gak ada niatan, tapi keluar 200rebuan juga buat beli lipensetip sama blush on cream) (habis..habis...) (ya namanya juga cewek) (WAJARKAN!!)
Oh ya keadaannya gue pisah lokasi tuh sama tante gue, pas gue mulai liat-liat barang lagi, loh-loh..apa yang terjadi di dalam perutku??? seperti ada demonstrasi besar-besaran ini. Kan gue udah puppsi sebelum berangkat. loh loh! MADDAFADDA IT'S THE COFFEE!!! gue rasa karna diskonnya agak chaos, dia kayaknya mengurangkan kualitas susunya. mungkin sehari sebelum kadaluarsa, atau mungkin sudah kadaluarsa. Karena perut gue super manja, gak bisa dikasih susu/keju/yoghurt kualitas jelek dikit, usus gue langsung merajut tali kasih dengan getaran-getaran mesra membuat bulu kudukku merinding disko serta peluh peluh adem yang keluar secara lepas dari pelipisku. 

Tak perlu banyak diskusi dengan hati nurani, gue langsung cabut ke WC umum. Soalnya dari tadi kentut-kentut muluk, mending wangi, bau nyet!

Gak ada cerita spesial di WC umum, karena gue gak jadi ke wc. gue melipir ke Toko Buku Aksara sebagai medium pereda diare gue. Dan bener dong. hilang dalam sekejap. Pas gue masuk, ruangannya gak wangi, tapi enak aja. Buku-bukunya lagi bagus-bagus. Gue pengen beli semua!! Tapi ngeliat kantong, kosong gondangan bro (sampe sekarang gue belum tau definisi benar akan artinya gondangan, mungkin anak sastra indonesia bisa menjelaskan?)

Ya abis itu sih, gak ada yang lain sih. cuma itu doang. Njrit gak menarik ya? maaf ya, udah nulisnya panjang, gak ada isinya pula. Memang terkadang menuangkan sampah pikiran itu paling enak banget dibawa nulis. Tiada beban, hatipun senang. OKE deh. chuuu!!!



Late Conversation

"Do you see what I see here Pap? We're changing, we're growing up, we're getting better at talky talk, No goody good, Just you and me, and our daughter here. After our conversation at phone, I'm thinking that we are really special couple! We can get clear up all obstacle ahead"


Our Conversation 15 minutes ago, while you're resist your headache, you have been trying to keep your voice went gently at me.I didn't translate this conversation in English, because it will be lil bit hard to understand in another language (actually, my English doesn't quite good enough to translate this conversation)
I dont know. Maybe it will be a sick story for some people, and sweet for me. 

I forget what we were actually talking about. But, something about our religion and death. Why do I need to written our conversation here? because, I need to jot down every single line that he has said to me, This is an evidence/prove/whatever for him in our couple years later. 

It started in Some other weeks ago:

KM  : "Jangan tinggalin aku, aku gak bisa hidup tanpa kamu dan anak kita, aku gak bakalan biarin kejadian-kejadian seperti ini bikin kita pisah, karena cuma mati yang bisa bikin kamu jadi mantan istri aku" 

And now we re-discuss what we were talking about last weeks:

KM  :"Aku baru sadar kalau bunyi 'Omm shanti' dan 'Amin' (after surah Al-fateha)itu bunyinya sama. Bedanya yang satu di mayor yang satu di minor" 

Sy  :"Ya..namanya akulturasi demi penyebaran agama itu sih.."

KM  :"Iya betul, hahaha..pasti Ibu marah kalau aku kasih tau ini"

Sy  :"Ibu siapa?"

KM  :"Ibu aku, pasti kalau aku kasih tau, gak bisa self defense, dan ujung-ujung bilang 'bener juga kamu' hahaha"

Sy  :"hahaha.."

KM  :"Paling tetep bilang 'ya..walaupun begitu,kamu harus tetep sholat,nak' hahaha...

Sy  :"Emang Papa gak sholat?"

KM  :"Sholat, tiap hari Jumat,err...yakan aku jarang sholat, Ma"

Sy  :"Emang Papa gak mau sholat?"

KM  :"Ya kamu kenapa gak sholat, Ma?"

Sy  :"Aku cuma ngikutin imam keluarga aku,Pa. Ya papa gak sholat, akupun gak bakal sholat"

KM  :"Ihh..Mama...ya abis.."

Sy  :"Papa bakal sholat kan? Harus loh, harus kasih contoh baik untuk anak, walaupun sebatas contoh, tapi contoh yang baik Pa..."

KM  :"Iya sayangku, aku bakal sholat terus...buat kita, buat hidup kita, buat jadi imam kamu, Ma"

Sy  :"Iya ah, harus! Soalnya ntar pas kita meninggal papa bawa aku, aku yang bakalan jadi tanggungan papa ntar 'disana'"

KM  :"Iya sayangku...nanti kita juga seliang kuburannya, biar aku bisa peluk Mama terus"

Sy  :"Iya seliang ya dikuburnya..."

KM  "Iya Ma....kita bareng terus gak bakal pisah"


I know this conversation was tacky yet creepy. But, on the other side, I know, he's really trying to be a good husband, to be a man that i've wanted for so long. This is my husband. And We are tacky. but we're sincere to love each other. And we're about to wait our daughter comes. 

HEHEHEHEHEEHEHE....

I love him more. 



Billy Joel - I Love You Just The Way You Are



Don't go changing to try and please me 
You never let me down before 
Don't imagine you're too familiar 
And I don't see you anymore 

I would not leave you in times of trouble 
We never could have come this far 
I took the good times, I'll take the bad times 
I take you just the way you are 

​Don't go trying some new fashion 
​Don't change the color of your hair 
​You always have my unspoken passion 
​Though I might not seem to care 
​ 
​I don't want clever conversation 
I never want to work that hard 
I just want someone that I can talk to 
I want you just the way you are 

I need to know that you will always be 
The same old someone that I knew 
Ah, what will it take till you believe in me? 
The way that I believe in you? 

I said I love you and that's forever 
And this I promise from the heart 
But I couldn't love you any better 
I love you just the way you are 

​(Solo) 

​I don't want clever conversation 
I never want to work that hard 
I just want someone that I can talk to 
I want you just the way you are 

​Oh... Yeah.... 

Throw Back January 5th Pt I

Rasanya kurang afdol aja ya, (rasa rasa sendiri sih). Kok belum masukin foto-foto nikahan. Sebenernya niat sudah ada dari sehari setelah nikah. Cuma males. Malesnya keterlaluan sampe gak nulis blog hingga beberapa bulan. Trus tadi pagi, dapet kiriman dari sepupu yang stay di Malang. Kirimannya berupa CD, judulnya ditulis tradisional pake marker item "MANTEN ACHA", gak santai ni emang sepupu, capslocknya dinyalain semua. haha..thanks anyway, cousin. Pas diliat-liat banyak momen yang gak ketangkep sama fotografer profesional yang saya hire buat foto nikahan saya. Yang ini bikin senyam senyum sendiri, basicnya emang suka senyum sih saya orangnya, jadi kalo ada taik di depan juga paling saya mesam mesem. 

Saya rada cerita dikit deh ya tentang nikahan saya ini, saya menikah menggunakan adat tradisional Jawa. Berhubung jaman sekarang orang pada kreatif, dan saya iya-iya aja. Jadilah pernikahan adat Jawa Timur mix Jawa Tengah, yuk mawre... Bingung banget deh ya..super ribet dan menyakitkan. Apalagi beberapa bulan sebelumnya saya melakukan kebodohan demi keeksisan saya di dalam masyarakat pergaulan masa kini. SAYA MEN-SKIN RAMBUT. Jadi saya ngebotakin kepala saya setengah, biar dibilang keren. Tapi asli, saya ngerasa keren banget saat itu. Dan langsung menyesal dalam-dalam ketika tanggal pernikahan sudah diluncurkan dari kedua belah pihak. Pernikahan saya jatuh pada tanggal 5 Januari, saya ngebotakin kepala sekitar 4 bulan sebelumnya. BOK! Rambut saya itu susah banget tumbuh!! gak boong dan gak mengada-ada, saya stress bukan kepalang karena dalam seminggu rambut saya gak tumbuh se-centi pun. Saking stressnya, saya ngobrak-ngabrik Supermarket di section perawatan rambut. Hampir semua merk saya beli. Dari yang "katanya" sampe "niscaya" saya beli. Tapi NIHIL Saudara-saudara. Rambut saya hanya tumbuh beberap milimeter, OKE, MILIMETER! Ingin rasanya terjun bebas diketinggin puncak himalaya (sayang, duitnya gak ada buat terbang kesananya). 

Sibuk-sibuk cari penata rias, Alhamdullilaaaaaaaahhhh banget!! saya nemu penata rias penganten super profesional yang bisa bantu saya buat menyamarkan kebotakan ini. Namanya Tata Rias Pengantin Nindy. Udah Murah, cakep pulak. Orangnya rada galak, tapi alhamdulilah banget, banyak orang yang bilang muka saya manglingi, berkat tangan dingin Tantenya ini. Doi ternyata sering juga ambil job di Jakarta-Bandung-Semarang, gak di Cirebon doang. Suer deh, ini bukan iklan berbayar, I say this cause I see her works. Tapi minus nya ya itu, ngatur dan galak. Tapi kembali, semua orang yang berurusan sama saya, mau dokter kandungan dengan muka lelah yang moody, atau penata rias manten super galak, gak ada yang gak bisa ketawa ngeliat tingkah saya ini (super ge-er, padahal doi-doi takut digebukin kalo doi doi kagak ketawa). 

Udah kan, beres nih urusan rambut botak sebelah. Abis itu urusan undangan. Undangan kita masuk kategori GAGAL sodara-sodara. bukan masalah desainnya. Desain sih udah klop dari awal, soalnya undangan kita didesain sama Amenkcoy, si AstoneA (pernah dibahas di blog blog sebelumnya, gambarnya gokil. suka banget. Cuma, salah banget dengan pemilihan kertasnya. Kertasnya kayak kertas pamflet restoran di mall yang disebar-sebarin sama abang-abang atau embak-embak yang lagi naas dapet giliran nyebarin. Percetakannya gak salah, Kangmas yang teledor. Sayang banget, Undangan enggak disebar sama sekali. Karena ibuku malu. Undangannya gak normal, kata emak. Jadinya, 700 undangan tergeletak tak berdaya di gudang sekarang. Sedih banget. Padahal catchy banget tuh undangan.

Terus, awalnya sebenernya, saya gak mau pake resepsi. Ribet. Capek kayaknya. Dan bakal banyak yang dateng. Pengennya sih yang sunyi senyap gitu, alias keluarga dan teman deket. cuma, setelah diitung-itung, masing2 dari keluarga besar aja udah ngabisin 100 piring konsumsi sendiri. Teman-teman kita juga banyak, pusing juga. Lagipula, sebelum-sebelumnya, kakak-kakak saya gak ada yang dipestain pernikahannya. Jadi pengen di gedung resepsinya, toh anak terakhir. Ya sudah lah ya...ngalah aja sama yang lebih tua. Udah gitu, kemauan kita berdua buat yang ini atau yang itu gak ada yang disetujuin, dan akhirnya pernikahan ini ya ala jawa aja. Oh kecuali, si Kangmas dan teman bandnya manggung bawain lagu2 mereka. Blah Bloh. Kebanyakan tamu menyingkir, melipir ke gerbang. 

Akad Nikah ; "Sah" "Sah" "ALHAMDULLILAHHHHHH"

Akad Nikah ; Wajah "Kau milikku sekarang"

Nah, dari foto diatas, ternyata ada sebuah rahasia yang ditutupin sama Kangmas. Baru dibuka setelah Resepsi beres. Baiklah, nanti diceritain apa maksud dibalik wajah mesum Kangmas ini. 


Nuju ka Resepsi ; Kontradiktif dengan adatnya. 

To be continued Gan Sist. Capek.