I love my big body! so what with my size!? i still can choose whatever i want to wear.
my Look for today :D
so, before i get my ass off to my new office, i took a little bit time to shoot my appearance. today is a pink and electric blue day!!
hello-hello-hello
sudah lama tidak berjumpa ya, sudah lama saya tidak menulis kisah percintaan saya yang melodramatis seperti tulisan-tulisan saya yang terdahulu. Sebelumnya, saya akan mengumumkan bahwa (alhamdullilah..) saya sudah ber-title Sarjana Desain sekarang, walaupun nilai yang saya dapatkan tidak memuaskan, berhubung saya orangnya 'nyantai berat', jadi ya..setidaknya saya sudah berusaha semaksimal mungkin.
mari, mari, menceritakan kehidupan saya akhir-akhir ini, a.k.a curhatan maut saya. Beberapa hal yang membuat saya sedikit kalang kabut adalah, rencana pernikahan saya yang akhirnya disetujui oleh ibu saya yang sangat 'Jawa' sekali. Penghalang-penghalang yang dulu bisa dikatakan seperti kabut tebal yang spooky sudah menipis dan menemukan titik terang, seterang cahaya surga (backsound: Haaaaa~). Ibu saya sudah membawa nama dan tanggal lahir kami masing-masing ke paranormal Jawa atau biasa dikenal dengan sebutan ahli primbon. Intinya sih, kami sama-sama Legi. Dan Legi itu sama-sama keras (itu tidak bisa dielak,karena kami memang 'batu'). Kemudian, pada saat Ijab Kabul, ada satu nama saya yang panjangnya sepanjang Sungai Kapuas yang harus dihilangkan untuk melancarkan jalan rezeki. Selanjutnya untuk permasalahan anak, ya..itu dibahas nanti saja.
Suatu hari, sehari setelah saya Yudisium alias pengumuman nilai sidang, saya dan ibu kandung saya yang bernama Ibu Kususijami, berkencan hingga sore dari pagi hari.
Ibu : "Ibu pengen makan panekuk"
Saya : "Pancake? dimana Bu?"
Ibu : "itu loh..yang seragam pelayannya kayak bebi sitter belanda.."
Bahkan Ibu saya pun tidak pernah ke Belanda, namun beliau sok tahu. Saya bawa beliau ke daerah Martadinata. Beliau menghabiskan pancake pesanannya yang berporsi besar walaupun beliau bilang makanan tersebut hanya lewat dan hanya jadi kentut. Lalu, perbincangan mendebarkanpun dimulai.
(backsound: biola dengan nada forté berdecak)
Ibu: "Jadi, kamu yakin sama si Fahri ini?"
saya : "Yakin"
Ibu: "Sudah bisa menerima dia dengan sikap dia yang cuek sama kamu?"
saya: " Sudah"
Ibu: " Yang gak romantis?"
saya: "Sudah"
Ibu: "Yo wes..... kalau begitu, jadi mau dimana? di bandung atau cirebon?"
saya: "Bandung"
Ibu: " Iya lagian kalau di Bandung temenmu akeh (banyak-red) yang dateng kan?"
saya: "iya mungkin..."
Ibu: "kamu mau nikah kayak gimana tho nduk?)
saya: "yang sederhana aja, Bu. yang penting cepet halal"
Ibu: "!@#$%^&"
==TO-BE-KONTINYU==
Lady Gagalau
"hanya bersamamu ku akan bisa"
hanya ini sepatah kalimat yang cukup menggugurkan hati saya (aseeekk). penggalan lirik dari band Andra and the backbone dengan judul Sempurna, lagu yang paling sering di cover sama pengamen-pengamen sepanjang jalan dago pada masanya.
Maaf, saya kasih 'warned' dulu buat semuanya. Ini tulisan agak-agak melankolis. Lebih baik sebenarnya tidak usah baca, karena ini tulisan labilnya gak ngerti lagi.
Okay..ini sudah ke-3 kalinya saya bertengkar hebat dengan calon misua. Dan yang terakhir ini merupakan pertengkaran paling hebat sepanjang saya bersama dia. Saya hampir menggunduli kepala saya sendiri dengan tangan saya sendiri tentunya (kalau gue dijambak sama doi, otomatis gak bisa ngelawan karena doi gundul). Yah..pertengkaran berawal dari kejadian bodoh yang saya sendiripun menyesali (dan malu, karena bisa-bisanya saya melakukan perihal memalukan tersebut).
Dan si misua yang kesal walaupun sudah saya elus-elus seperti mengelus kucing America Short-hair yang harganya mencapai 15 juta (tapi Kang Mas lebih mahal dong tentunya..) mengeluarkan kalimat yang sepertinya tidak sengaja dia keluarkan karena sedang kesal. Akhirnya aksi mogok-ceria pun mulai. Wajah saya cemberut sepanjang film yang kami tonton di bioskop. Urrgghhh...padahal ini film bioskop pertama kami semenjak Harry Potter 7 beberapa bulan lalu, Men..setahun ternyata. Sudah lama tidak nonton bioskop. Biasanya kalau saya ingin nonton bioskop, saya berangkat sendiri, dan dia duduk di rumah sambil menghisap berbatang-batang rokok dan membaca buku sejarah Islamnya.
Dan buyar begitu saja akibat EMOSI. EMOSI. EMOSI SIALAN!
Hubungan kami hampir saja selesai lohhh!!! HAMPIR! Saking ternyata saya yang sudah menanam-memupuk-menyiram dan tumbuh jadi pohon kekesalan dan rasa makan hati ini, tumpah semuanya. Begitupun si misua yang ternyata juga menanam-memupuk-menyiram (yah kegiatan berkebun inilah) kekesalannya sama saya. ARGGGGHHHHHHHHH!!!! kalau diinget-inget, ini eek banget sihhh!!! ARGGGHHHHHHHH!! B-A-B-I!
Tapi entah kenapa, sepertinya dia kaget dengan reaksi saya setelah si misua yang tiba-tiba suaranya bergelegar. Tepat di kuping saya. Saya tidak hanya menangis merica. Tapi saya melakukan jurus-jurus mabok yang membuat dia terperangah. (bahkan tangan saya masih sakit memukul-mukul dashboard, tenang, saya wanita kuat kok, kuat fisik doang, hati mah fragile pisan!). <--black out
Dan pertama kalinya saya diajak berkeliling kota, agar tangisan yg bagaikan waterfall dan jurus mabok tanpa alkohol itu reda. Tapi, berbeda loh rasanya, maksudnya ketika saya marah sama misua ini, gak ada perasaan yang seperti ingin menabok dia. Gimana ya..kadang kan kalau lagi berantem sama pacar, enaknya kan ada adegan tampar minim tenaga gtu kan? biar makin men-seni aja hubungannya. Maklum, saya gak drama-drama banget, gimana mau drama, nonton sinetronpun gak pernah, jadi aliran pen-drama-an saya gak update. Jadi, taunya ya..jurus andalan aja deh, jurus mabok dan tangis merica.
Akhirnya, Kemudian, Sehingga, Saya terdiam ketika dia buka mulut dengan nada yang lirih. Nafasnya tersendat-sendat. Saya tidak berani loh buat liat mukanya (tapi ngelirik-lirik dikit sih). Ternyata saking banyak banget 'misuh-misuh' tapi gak pernah diomongin, doi menumpahkan air mata. KAGET??? YA JELAS! saya gak pernah ngeliat si misua begini. Saya se-BABI itu ya? Saya se-JAHAT itu ya? sampe bikin si rocker ini tersengal-sengal kesumbat ingus di hidungnya? Tapi seakan tidak mau kalah, dan saya masih memiliki aspirasi yang ingin dikeluarkan. Kami berdua bertengkar hebat di dalam mobil yang memiliki kaca film sehitam arang (jadi gak keliatan dari luar), berteriak-teriak dengan nafas tersendat-sendat karena air mata yang gak berenti-berenti.
Man...i know, this is so fuckin drama. tapi..ya drama di kehidupan realita itu lebih pahit daripada di sinetron di layar kaca anda, loh! trust me!
Sampai akhirnya si misua berkata:
"Saya cuma pengen kita bisa seneng, setelah kita nikah, Saya juga pengen bisa seneng-seneng kayak-nonton-makan di luar, tapi gimana? saya mau nyimpen buat kita nanti. Saya kepikiran cuma itu sekarang"
-sambil sesenggukan tentunya-
Kemudian saya berkata:
"Saya cuma pengen Senyum kamu doang, Pengen kamu seneng kalo aku tuh disekitar kamu, bukannya malah ngejelek-jelekkin aku didepan semua orang"
looks like, i could make some cheek-lits for some teenagers, sekalian nambah kamus gombal ala-ala allay-anak layangan gitu kan...
Tapi si misua tidak menyanggupi. Ow Fuck! Okay..Carry On..
Gak masalah sih, asal obrolan -terus terang- seperti ini jadi kegiatan rutin di hubungan kami. Kalau tidak, gak cuma Nagasaki Hiroshima aja yang ancur, Sampe Segitiga Bermuda pun muncul lagi kayaknya! Hebatkan ya, efeknya? >:)
"tapi kamu tau kan aku sayang sama kamu?" #eaaaaaa
"Saya tau, Saya sayang sama kamu.." #EAAAAAAAAA
kamipun menyudahi pertengkaran kami. Enak deh, punya masalah berdua, dan masing-masing tahu masalahnya apa. Dan itu udah cukup banget lah. Emas-pun jadi gak ada harganya ketika si misua memeluk saya and he said sorry. For the first time, in serious way.
Regards
my cat!!
WISH ME LUCK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Honestly, i am so afraid now! i'm no ready yet to get my turn for giving presentation to my lecturers. Arghhhhhh!!!!!! okay acha..bring it on! Drop it like a bomb..
walk in pedestrian with Kangmas, and short tattoo discussion
Yes, we are walk-lover.
In fact, the circumstances that forced us to walk. Well, we got no money for today because we were too lazy to go to ATM.
After, i had assistance with my lecturer for my final task , Kangmas picked me up at campus. He met his collague for talking his next project about tattoo exhibition at campus too. So, after the business was done, we decided to go home, but we changed the direction. We took Dago street-Pasopati highway-Cikapayang district and many more.
It's unusual day actually, yes, we kept talking. usually, I just do all the talking. I brought up the topic and he just listened to me carefully. But, today was awesome!!!
He talked non-stop. holding-hands. smiles. afternoon sun. lead the way straight onto the pavement. protected me to avoid the vehicles which kept passing by. stopped in Cikapayang Pet shop. ate some "cimol" and on and on and on.
Thank you for today. Even though you'd never stop for bullying me, I know that's proving that you do love me so much. Hahaha.. (disgusting words).
Instead, I have some consideration (too much word, i mean thoughts). I wanna have some tattoo. And I decided my first tattoo might be a rabbit and a wolf. Ahahaha...I actually only perfunctory mention. But, when i looked up on google. I found this.
Nice, isn't it?
I found this from google, and me likey!
instead black, i'll prefer to use Red, not the outline, I've planned for using pointillism technique, for all the artwork. mmm.. But i don't know when exactly the right time for applying tattoo in my body.
(Still scared with Karma etc etc etc.)
But Kangmas always said these words, "Never scared of everything that you wanna do instead you do something that impact self-harm to yourself" he also continue with cheeky laugh.
So? what do you think? :")
Regards
Langganan:
Postingan (Atom)




